penghitungan awal bulan syawal,kenapa sering berbeda hasil?
kenapa penghitungan tanggal satu syawal sering berbeda hasilnya?dalam penentuan bulan hijriah ada beberapa metode penghitungan,salah satunya yang saya tahu adalah ilmu hisab,nah di dalam penentuan awal syawal ada sedikit perbedaan dengan penentuan awal bulan lainnya,yakni bila penghitungan penentuan awal bulan selain bulan syawal menggunakan munculnya awal hilal meski hilal belum tampak oleh mata tapi di dalam penghitungan sudah menghasilkan posisi derajat hilal maka hari itu adalah awal bulan,dan khusus untuk penentuan awal bulan syawal,selain dari penghitungan yang menunjukkan munculnya hilal juga harus di barengi rukyah atau melihat dengan mata telanjang ( khusus di makkah hal ini bisa di lakukan) atau dengan bantuan alat misal teropong dan lain sebagainya.metode penghitungannya sendiri bagi saya sangat sulit karena banyak sekali perkalian pembagian penambahan dan pembagian sehingga menghasilkan jumlah hitungan angka yang menjadi posisi munculnya hilal.dalam hal ini adalah derajat,khusus bulan syawal jika hasil penghitungan di bawah 5 di magrib hari sabtu,maka awal bulan di bulatkan ke hari berikutnya,kecuali bila ada orang terpercaya yang melihat munculnya hilal pada hari sabtu.
Nah dari pada bingung mending kita menunggu hasil keputusan pemerintah saja.
Tak perlu di besar besarkan,yang patut di ketahui adalah setiap orang yang melakukan penghitungan hisab,apapun hasilnya maka ia harus melaksanakannya apapun hasilnya.
Ternyata susah ya nulis sesuatu yang bisa di paham orang lain,karena saya juga bingung nulisnya hi hi
tak lupa mohon dukungan untuk hakim’s blog di kontes kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang.salam minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir bathin (mumpung masih sempet online)

